Inilah Beberapa Contoh dan Jenis Teknologi Ramah Lingkungan

I

Bumi merupakan tempat hidup manusia yang perlu dijaga kelestariannya. Dewasa ini, kerusakan terhadap bumi, alam, dan lingkungan mulai dilakukan secara massif oleh umat manusia. Banyak kegiatan yang dilakukan tanpa disadari membuat lingkungan semakin rusak dan kotor. Pengerukan sumber daya alam berlebihan seperti minyak bumi, gas alam, batu bara, ternyata memang mempermudah kehidupan umat manusia. Begitu juga dampak negatifnya harus disadari meski berlangsungnya tidaklah instan.

teknologi ramah lingkungan
teknologi ramah lingkungan

Isu pemanasan global merupakan salah satu isu yang hangat diperbincangkan. Dalam beberapa puluh tahun ke depan juga diyakini bahwa es yang ada di kedua kutub bumi bisa mencair jika pemanasan global terus terjadi. Jika hal itu terjadi, maka daratan yang rendah di bumi kemungkinan besar akan tenggelam.

Apa yang menyebabkan pemanasan global? Tentu saja akibat dari ulah manusia. Penggunaan kendaraan bermotor tentu menghasilkan gas karbon dioksida yang yang sangat banyak dilepaskan ke udara. Hal ini juga memicu lapisan ozon menipis dan meningkatkan radiasi ultraviolet sinar matahari. Belum lagi penebangan liar di hutan, pengerukan sumber daya alam berlebih, kerusakan laut dan terumbu karang, yang menjadi perhatian dalam isu kerusakan lingkungan.

Mengingat akan hal tersebut, umat manusia mulai berinovasi untuk menemukan solusi agar apa yang ditakutkan tersebut tidak terjadi. Manusia mulai berpikir untuk menciptakan teknologi yang ramah lingkungan dan menimbulkan dampak yang minim bagi kerusakan lingkungan sekitar. Disinilah teknologi ramah lingkungan mulai diterapkan.

Pengertian Teknologi Ramah Lingkungan

Adalah suatu sistem yang membantu kehidupan manusia yang dijalankan dengan mengedepankan prinsip-prinsip dan kaidah keberpihakan kepada alam dan lingkungan. Dalam artian disini bahwa segala teknologi atau sistem yang dapat membantu kehidupan manusia tersebut tentunya harus menghasilkan emisi yang sangat rendah atau bahkan nol emisi.

Berbagai jenis teknologi tersebut dapat diaplikasikan dalam kehidupan manusia baik dalam skala besar maupun skala kecil. Beberapa sektor yang sudah mengaplikasikan teknologi ini dalam skala besar misalnya saja energi dan industri, transportasi, lingkungan, dan juga berbagai bidang lainnya.

Jika kita mengambil contoh kecil saja, penggunaan sedotan plastik sudah mulai dikurangi untuk menekan banyaknya limbah plastik yang beredar mencemari tanah dan juga laut. Sedotan yang dapat digunakan berkali-kali juga merupakan sebuah teknologi ramah lingkungan dalam skala kecil yang membantu kehidupan manusia sekaligus dapat membantu menjaga lingkungan alam.

Banyak orang yang belum tertarik menggunakan teknologi ramah lingkungan karena biasanya teknologinya masih berupa teknologi yang mahal. Jika dalam skala kecil pun tentunya akan merubah perilaku manusia. Misalnya saja dalam penggunaan sampah plastik. Untuk beberapa orang, tentu hal ini cukup memberatkan mereka karena harus mengubah perilaku dan kebiasaan seperti membawa tas belanja saat berbelanja, membawa botol minum saat diperjalanan, dan juga membawa sedotan bambu untuk upaya mengurangi sampah plastik.

Dalam skala besar seperti penggunaan energi surya misalnya, untuk membeli panel surya dan melakukan instalasi juga masih relatif mahal daripada menggunakan listrik yang menggunakan bahan bakar fosil. Maka dari itulah teknologi ini masih dikatakan cukup mahal.

Meski begitu, bukan berarti Anda tidak bisa mencobanya. Dengan berinvestasi di teknologi ramah lingkungan kedepannya tentu akan mempermudah Anda. Misalnya tidak lagi membayar biaya listrik bulanan yang disuplai PLN. Hal ini akan lebih banyak menghemat dari sisi biaya. Selain itu juga perilaku Anda akan sangat berkontribusi pada lingkungan dan keberlangsungan bumi untuk anak cucu.
Contoh dan Jenis Teknologi Ramah Lingkungan

Sebelumnya sudah banyak dibahas mengenai pengertian teknologi ramah lingkungan. Ada beberapa contoh teknologi yang sangat lekat dan bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari yang bahkan sudah mulai diterapkan dalam skala komunal di desa-desa sampai dengan skala rumah tangga. Meski bukan dalam skala besar, teknologi ramah lingkungan sebenarnya sangat solutif untuk menyelesaikan permasalahan komunal dalam skala kampung atau desa.

Beberapa jenis teknologi ramah lingkungan yang sudah diterapkan adalah:

1. Biogas

Teknologi ini merupakan sebuah penggunaan energi terbarukan yang memanfaatkan limbah kotoran hewan ternak dan dapat diubah menjadi sumber energi. Seperti gas untuk memasak, ataupun energi listrik untuk penerangan. Kotoran ternak yang berupa limbah akan menghasilkan gas methana. Kotoran ini di tamping dalam suatu bak besar, difermentasi oleh bakteri anaerob (bakteri yang ada di lingkungan tanpa oksigen) yang keluarannya akan menghasilkan gas methane juga gas lain seperti karbon dioksida, hidrogen sulfida, dan hidrogen.

Gas inilah yang dapat digunakan untuk menyalakan api pada kompor sehingga dapat digunakan untuk memasak. Selain itu juga dapat digunakan untuk penerangan dari listrik yang dihasilkan.

2. Sel Surya

Merupakan teknologi yang masih dianggap mahal sehingga belum banyak diterapkan utamanya dalam skala besar. Meski begitu, ada beberapa perumahan yang sudah menggunakan teknologi ini meskipun masih dikombinasikan dengan penggunaan listrik dari PLN. Panel surya merupakan salah satu teknologi yang sangat ramah terhadap lingkungan karena tidak menghasilkan emisi.

Cara kerjanya adalah dengan menciptakan komponen di dalam panel surya yang dapat menyerap dan mengubah energi matahari. Energi ini disebut dengan elektron yang disimpan di dalam sebuah baterai berkapasitas yang cukup besar. Energi dalam baterai inilah yang akan digunakan untuk menghasilkan listrik yang dapat digunakan pada malam hari ataupun pada cuaca mendung.

Untuk wilayah Indonesia yang disinari oleh sinar matahari sepanjang tahun, sebetulnya penggunaan tenaga surya ini cukup menjanjikan. Terlebih lagi pada daerah-daerah yang belum terjangkau oleh listrik.

3. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)

Selain matahari, energi kinetik dari air juga bisa diubah menjadi energi listrik yang disebut dengan teknologi PLTA. Biasanya teknologi ini dapat digunakan untuk mengaliri listrik satu rumah atau bahkan satu kampung tergantung dari kekuatan air tersebut dan juga kapasitas mesin generator sebagai penghasil listrik.

Cara kerjanya adalah dengan memanfaatkan aliran air sungai atau air terjun. Semakin besar debit dan ketinggian air yang jatuh tentu akan semakin besar energi yang dapat dihasilkan. Selanjutnya aliran air tersebut jatuh ke dalam pipa yang mengalir ke dalam mesin generator. Disinilah aliran air tersebut dapat menggerakkan turbin sehingga mampu menggerakkan generator dan menghasilkan listrik.

4. Mobil Listrik

mobil listrik salah satu contoh teknologi ramah lingkungan
mobil listrik salah satu contoh teknologi ramah lingkungan

Belakangan ini juga ramai dibicarakan tentang mobil listrik. Tentunya bahan bakarnya tidak menggunakan bahan bakar fosil tetapi menggunakan energi listrik yang disimpan dalam sebuah baterai. Teknologi ini di klaim nol emisi dan sangat ramah terhadap lingkungan. Berbagai negara juga mengembangkan model mobil listrik dan mengembangkan baterai yang berdaya tahan jauh lebih kuat sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama, salahs atu merek mobil listrik yang paling populer saat ini adalah Tesla yang dibuat oleh Elon Musk.

5. Biopori

Salah satu teknologi penyerapan air hujan yang baik sekaligus dapat berfungsi sebagai lokasi komposting. Anda dapat membuat lubang di dalam tanah secara vertikal yang memungkinkan air untuk masuk ke dalam tanah. Jika hujan, maka lubang-lubang biopori ini akan membantu mencegah terjadinya banjir terutama pada daerah dengan tutupan lahan dengan perkerasan seperti semen. Selain itu juga sampah dedaunan akan berkumpul di lubang tersebut dan bisa dimanfaatkan sebagai kompos.

About the author

Topik Populer